Monogram Akademi Pemikir Islam

AQIDAH

SESSION

Sesi 1 · Dauroh Akbar

Apa itu “Islam”?

Secara Bahasa

Secara Istilah

Secara Bahasa

Tunduk, pasrah, berserah diri
1. QS Al-Baqarah [2]: 112

بَلَىٰ مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبِّهِ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Tidak demikian! Barangsiapa yang tunduk dan berserah diri kepada Allah, dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati (QS al-Baqarah [2]: 112).

2. Kutipan Penjelasan (Tafsir al-Jalalain)

Firman-Nya: «مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ» (man aslama wajhahu lillah) berarti: Barang siapa tunduk dan berserah diri terhadap perintah-Nya.

Disebutkan secara khusus bagian wajah karena wajah adalah anggota tubuh paling mulia. Jika wajah saja mau tunduk, terlebih anggota tubuh lainnya (Tafsir al-Jalâlayin, hal. 24).

Secara Istilah

Islam adalah agama yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad saw untuk mengatur hubungan manusia dengan Tuhannya, dirinya sendiri, dan sesama manusia.

1. QS Ali 'Imran [3]: 19

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam.

2. QS Ali 'Imran [3]: 85

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi.

3. QS Al-Ma'idah [5]: 3 (Potongan ayat)

وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ

Dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.

APAKAH ADA
“JALAN”
YANG LAIN?

Hanya Islam Agama yang Benar

Allah Swt berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam." (QS Ali Imran [3]: 19).

Ibnu Katsir berkata, "Ini adalah pemberitahuan dari Allah Swt bahwa tidak ada agama yang diterima di sisi-Nya kecuali Islam." (Tafsir Ibnu Katsir, 2/25).

Hanya Islam Agama yang Benar

Rasulullah saw bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ

"Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah seseorang dari umat ini, baik Yahudi maupun Nasrani mendengar tentangku, lalu dia mati dalam keadaan tidak beriman kepada apa yang aku diutus dengannya, melainkan ia menjadi penghuni neraka." (HR. Muslim).

Ibnu Hubairah berkata: "Dalam hadis ini terdapat pemahaman tentang kewajiban untuk mengikuti Nabi Muhammad saw, dan bahwa syariat beliau telah menghapus semua syariat sebelumnya. Barang siapa yang kufur kepada beliau, maka imannya kepada semua nabi lain, shalawatullahi 'alaihim ajma'in, tidak akan bermanfaat baginya." (Al-Ifshah 'an Ma'ani as-Shihah, 7/192).

TUNTUTAN DALAM ISLAM

AQIDAH

Tuntutan untuk mengimani dan meyakini sesuatu

SYARIAH

Tuntutan untuk mengamalkan dan mengerjakan sesuatu

AQIDAH ISLAM

Aqidah Islam adalah iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari Kiamat, dan qadha qadar baik dan buruknya dari Allah Swt

Wajib beriman terhadap semua perkara yang dibawa oleh Rasulullah saw secara global; dan perkara rincian yang telah ditetapkan dalil qath'iy (dalil pasti)

Keimanan Wajib Totalitas

Keimanan tidak dilakukan dengan beriman kepada sebagian dan mengingkari sebagian yang lain

Akibat Mengingkari Sebagian Perkara Aqidah

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَن يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَن يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا ۝ أُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا

"Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, 'Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),' serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir), merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan." (QS. An-Nisa' [4]: 150–151).

Akibat Mengingkari Sebagian Perkara Aqidah

Rasulullah saw bersabda:

مَنْ كَفَرَ بِآيَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ فَقَدْ كَفَرَ

"Barang siapa yang mengingkari satu ayat Al-Qur'an, sungguh dia telah kafir." (HR. al-Thabarani dalam al-Mu'jam al-Shaghir).

Ibnu Mas’ud berkata:

وَمَنْ كَفَرَ بِآيَةٍ مِنَ الْقُرْآنِ فَقَدْ كَفَرَ بِهِ كُلِّهِ

"Barang siapa yang mengingkari satu ayat Al-Qur'an, maka sesungguhnya dia telah mengingkari semuanya." (HR. al-Baihaqi dalam al-Sunan al-Kubra).

Mana yang mau dipilih?

Kafir

Seburuk-buruk makhluk(QS al-Bayyinah [98]: 6)
Binatang yang paling buruk(QS al-Anfal [8]: 55)
Amalnya terhapus dan sia-sia(QS Ali Imran [3]: 22)
Akan masuk neraka(QS al-Bayyinah [98]: 6)

Mukmin

Sebaik-baiknya makhluk(QS al-Bayyinah [98]: 7)
Umat terbaik(QS Ali Imran [3]: 110)
Pahala tidak terputus(QS al-Tin [95]: 6)
Akan masuk surga(QS al-Bayyinah [98]: 8)

Keimanan mengharuskan ketaatan, bukan kemaksiatan

Keimanan menuntut ketundukan kepada syariat Allah dan berhukum kepadanya.

Sikap seorang mukmin terhadap seruan Allah dan Rasul-Nya adalah:

“Kami mendengar dan kami taat.”

Monogram Akademi Pemikir Islam

End Session

Akademi Pemikir Islam
01 / 20
Tekan → / ketuk layar untuk lanjut Keyboard: ← → · Spasi · N catatan · O daftar slide · F layar penuh